3 Cara Menanam Sayuran Hidroponik Paling Populer

Kebunternak.com – Hidroponik merupakan salah satu cara bercocok tanaman yang tidak memerlukan lahan yang besar. Bahkan untuk kalian yang mempunyai halaman sempit pun bisa mencoba berkebun menggunakan sistem ini. Tapi bagi kalian yang ingin menanam sayuran, saya mempunyai 3 cara menanam sayuran hidroponik yang paling sering orang lakukan dan berhasil.

Nah cara menanam sayuran hidroponik yang akan saya ulas kali ini memerlukan ketelitian dan ketekunan dalam melaksanakannya. Karena jika salah sedikit bisa mengakibatkan kematian pada tanaman sayuran yang akan kalian tanam dengan sistem ini.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Cara Menanam Sayuran Hidroponik

Cara Menanam Sayuran Hidroponik Menggunakan Sistem Kultur Air

Sistem kultur air merupakan salah satu cara hidroponik yang paling banyak digunakan saat ini. Cara menanam sayuran hidroponik sudah lama dikenal sejak zaman dahulu kala. Sejarahnya bermula ketika suku bangsa Aztec menanam berbagai jenis sayuran dengan memanfaatkan media berupa kubangan air atau kolam pada abad 15.

Cara menanam sayuran semacam ini terinspirasi dari tanaman enceng gondok. Jenis tanaman air ini sering tumbuh di kolam ikan, rawa, maupun danau. Meskipun berada di air dan dengan akan menancap di dalam tanah, tanaman ini mampu tumbuh subur. Hal inilah yang kemudian mendasar konsep hidroponik sistem kultur air.

Jenis-jenis sayuran yang banyak dikembangkan dengan teknik kultur air di antaranya adalah kangkung air, bayam air, dan jenis sayuran hijau lainnya. Langkah ini dipilih lantaran dinilai cukup mudah dilakukan dibandingkan dengan cara konvensional. Perawatannya pun dinilai lebih sederhana dan memberikan hasil lebih optimal pula.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik Menggunakan Sistem Kultur Agregat

Sistem kultur agregat, telah banyak dikembangkan saat ini. Cara menanam sayuran hidroponik yang satu ini dilakukan dengan media selain tanah seperti pasir, batu kerikil, pecahan batu bata, dan sebagainya. Dalam sistem kultur agregat ini media tanam ditempatkan dalam sebuah wadah berupa pot bunga atau botol plastik bekas.

Untuk memenuhi kebutuhan air dan nutrisi tanaman, Anda diperlukan kesabaran dan ketelatenan yang lebih, dibandingkan dengan sistem kultur air. Karena dengan sistem kultur air pasokan air sudah pasti diperoleh, sedangkan kebutuhan unsur hara dipenuhi dengan plankton-plankton yang ada di dalam air.

Nutrisi pada tanaman denganĀ  menyemprotkan air yang sudah dicampur oleh unsur hara agar tanaman dapat tumbuh dengan subur di sistem kultur agregat. Langkah ini perlu dilakukan secara rutin dan teratur agar memberikan hasil yang sempurna.

Cara menanam sayur hidroponik dengan sistem kultur agregat ini dapat diterapkan untuk berbagai jenis sayuran seperti tomat, cabe, paprika, dan sayuran lainnya. Dengan sistem hidroponik ini dapat memberikan hasil yang lebih banyak daripada dengan cara konvensional.

Cara Menanam Sayuran Hidroponik Menggunakan Sistem Nutrient Film Technique

Nutrient film technique atau disingkat dengan NFT adalah cara menanam sayuran hidroponik dengan menggunakan media selokan. Media ini digunakan sebagai pengganti tanah yang digunakan saat menanam sayuran dengan cara konvensional.

Metode ini lebih sulit dan sedikit rumit untuk diterapkan ketimbang dua metode sebelumnya sistem kultur air dan sistem kultur agregat. Selokan yang digunakan pun bukan sembarang selokan atau parit yang kerap dijumpai di bawah trotoar atau di pinggir-pinggir jalan. Bahan yang digunakan untuk membuat selokan biasanya berupa logam tahan karat yang tipis.

Dalam hal pemberian nutrisi tanaman, sistem NFT ini dilakukan dengan cara mengalirkan air yang sudah tercampur dengan nutrisi yang sekiranya dibutuhkan oleh tanaman. Berikutnya, air tersebut dialirkan melalui selokan sehingga dapat mengenai tanaman yang ada di dalamnya. Dengan cara tersebut kebutuhan nutrisi tanaman dapat tetap terpenuhi.

Cara menanam sayur hidroponik dengan sistem NFT ini memang belum banyak diterapkan di Indonesia. Akan tetapi, di negara-negara maju metode ini sudah tak asing lagi bagi masyarakatnya. Dua negara yang paling banyak mengaplikasikan NFT adalah negara industri besar seperti Jepang dan Korea.

Kedua negara tersebut cenderung memiliki lahan yang sempit akibat derasnya arus industrialisasi yang telah menjangkau hingga ke seluruh pelosok negeri, termasuk desa-desa. Alhasil, lahan tanam pun berubah fungsi untuk pembangunan pabrik industri. Hal inilah yang mendukung masyarakatnya untuk mengembangkan menanam sayuran hidroponik dengan cara NFT.

Nah demikianlah informasi mengenai cara menanam sayuran hidroponik, semoga artikel kali ini bisa bermanfaat bagi pembaca semuanya. Terima kasih sudah berkunjung di blog kebunternak.com dan salam sukses selalu, tetap go green ya.

3 Cara Menanam Sayuran Hidroponik Paling Populer | admin | 4.5